Sosialisasi Uji Kompetensi SMK Keahlian Administrasi Perkantoran dan Training of Trainer Asesor Internal Uji Kompetensi, 13 Januari 2013, Hotel Lingga Bandung.

Pengabdian pada masyarakat: “Penyuluhan UU No. 43/2009 dan PP No. 28/2012 tentang Sistem Kearsipan bagi Pegawai Desa Bojong Kuningan”, Juli 2012

Seminar dan Simulasi Sistem Kearsipan Elektronik, 12 Januari 2013, Hotel Lingga Bandung.

Training of Trainer Asesor Uji Kompetensi ASPAPI Jabar, 14 Januari 2012, Universitas Pendidikan Indonesia

Uji Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK PGRI 1 Kota Sukabumi, 13-14 Februari 2013.

Dies Natalis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia ke - 4, Tahun 2012

Uji Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Pasundan 3 Bandung, 26 Februari 2013.

Workshop Otomatisasi Kearsipan bagi Guru dan Dosen, Hotel Isola Resort, 11-12 Oktober 2013

Pendidikan dan Latihan Kearsipan bagi Pegawai Pemerintah Kota Cimahi, 18 Nopember 2013, Hotel V Bandung

Workshop Analisis Kurikulum 2013 bagi Guru Administrasi Perkantoran, Hotel Isola Resort, 27-28 Bandung

 

Methode Succesive Interval (MSI)

Skala pengukuran yang dipilih oleh peneliti berkaitan erat dengan teknik analisis data yang digunakan. Oleh karena itu setiap skala pengukuran yang tidak memenuhi syarat dilakukannya suatu teknik analisis tertentu, harus dirubah atau dikonversi ke dalam skala pengukuran yang sesuai dengan teknik analisis yang akan digunakan. Contoh: Seorang peneliti mengunakan teknik analisis jalur untuk mengkaji masalah-masalah yang ditelitinya. Sementara itu tingkat pengukuran yang digunakan adalah ordinal. Oleh karena analisis jalur mengisyaratkan skala pengukuran minimal interval, maka peneliti harus menaikan tingkat pengukuran ordinal menjadi interval. Salah satu metode konversi data yang sering digunakan oleh peneliti untuk menaikan tingkat pengukuran ordinal ke interval adalah metode succesive interval (MSI).

Langkah kerja yang dapat dilakukan untuk merubah jenis data ordinal ke data interval melalui method of successive intervals adalah:

  1. Perhatikan banyaknya (frekuensi) responden yang menjawab (memberikan) respon terhadap alternatif (kategori) jawaban yang tersedia.
  2. Bagi setiap bilangan pada frekuensi oleh banyaknya responden (n), kemudian tentukan proporsi untuk setiap alternatif jawaban responden tersebut.
  3. Jumlahkan proporsi secara beruntun sehingga keluar proporsi kumulatif untuk setiap alternatif jawaban responden
  4. Dengan menggunakan Tabel Distribusi Normal Baku, hitung nilai z untuk setiap kategori berdasarkan proporsi kumulatif pada setiap alternatif jawaban responden tadi.
  5. Menghitung nilai skala (scale value) untuk setiap nilai z dengan menggunakan rumus: SV = (Density at lower limit dikurangi Density at upper limit) dibagi (Area under upper limit dikurangi Area under lower limit).
  6. Malakukan transformasi nilai skala (transformed scale value) dari nilai skala ordinal ke nilai skala interval, dengan rumus:Y = SVi + |SVMin|. Dengan catatan, SV yang nilainya kecil atau harga negatif terbesar diubah menjadi sama dengan satu (=1).

Sumber: Sambas Ali Muhidin, 2011, Dasar-dasar Metode Statistika untuk Penelitian, Bandung: Pustaka Setia.
Buku3

Download: Aplikasi Methode Succesive Interval dengan Microshof Excell

Leave a Reply