Contoh Penyusunan Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada tujuan penelitian yang sudah dirumuskan, yaitu (1) untuk melihat bagaimanakah gambaran  variabel-variabel yang diteliti dan (2) untuk melihat ada tidaknya hubungan antar variabel. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, maka  teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik analisis data deskriptif dan teknik analisis data inferensial. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk manganalisis gambaran variabel, sementara teknik analisis inferensial digunankan sebagai alat untuk menarik kesimpulan ada tidaknya hubungan antar variabel yang diteliti.Secara khusus, analisis data deskriptif yang digunakan adalah dengan menghitung ukuran pemusatan dan penyebaran data yang telah diperoleh, dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Selanjutnya analisis data inferensial yang digunakan adalah analisis korelasi Rank Spearman. Analisis Rank Spearman ini digunakan karena tujuan penelitian hendak mengkaji ada tidaknya hubungan antar variabel dan jenis data yang diperoleh berbentuk data ordinal.

Langkah kerja analisis data desriptif meliputi:

  1. Melakukan editing data, yaitu memeriksa kelengkapan jawaban responden, meneliti konsistensi jawaban, dan menyeleksi keutuhan kuesioner sehingga data siap diproses.
  2. Melakukan input data (tabulasi), berdasarkan data yang diperoleh responden.
  3. Menghitung frekuensi data yang diperoleh.
  4. Menyajikan data yang sudah diperoleh, baik dalam bentuk tabel ataupun grafik.
  5. Melakukan analisis berdasarkan data yang sudah disajikan.

Sementara langkah kerja analisis data inferensial (analisis korelasi) meliputi:

  1. Melakukan editing data, yaitu memeriksa kelengkapan jawaban responden, meneliti konsistensi jawaban, dan menyeleksi keutuhan kuesioner sehingga data siap diproses.
  2. Melakukan input data (tabulasi), berdasarkan skor yang diperoleh responden.
  3. Menghitung jumlah skor yang diperoleh oleh masing-masing responden
  4. Menghitung nilai koefisien korelasi rank spearman , yaitu dengan cara mengkorelasikan skor-skor pada masing-masing variabel.
  5. Menghitung nilai uji statistik t (jika penelitian sampel)
  6. Menentukan titik kritis atau nilai tabel r atau nilai tabel t, pada derajat bebas (db = N – k – 1) dan tingkat signifikansi 95% atau ρ = 0,05.
  7. Membandingkan nilai hitung r atau nilai hitung t dengan nilai r atau nilai t yang terdapat dalam tabel.
  8. Membuat kesimpulan. Kriteria kesimpulan: Jika nilai hitung r atau t lebih besar dari nilai tabel r atau t, maka item angket dinyatakan signifikan.

 

Leave a Reply